Daripada Kebal Ganjil Genap Lebih Baik Mobil Listrik Yang Terangkau



Jongkie D Sugiarto sebagai Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai pada perlakuan khususnya untuk wilayah Jakarta untuk kendaraan listrik perihal pada aturan perluasan ganjil genap yang dapat meningkatkan penjualan. Akan tetapi Jongkie juga menyebutkan bahwa hal itu bukan yang diperlukan oleh konsumen.

Menurut dia, yang diharapkan calon konsumen 'mobil hijau' saat ini adalah insentif pajak yang berpengaruh terhadap harga jual sehingga makin murah. Keistimewaan mobil listrik yaitu kebal ganjil genap di Jakarta dikatakan belum mampu meningkatkan banyak penjualan.

"Ada pengaruhnya ke penjualan, tapi orang lebih tertarik kalau harganya terjangkau. Karena yang insentif pajak lebih berperan," kata Jongkie melalui pesan singkat, Rabu (7/8).

Sosialisasi perluasan ganjil genap di Jakarta baru dilakukan pada hari ini, 7 Agustus hingga 8 September 2019. Sedangkan pemberlakuan sanksi ganjil genap baru dimulai satu hari setelahnya atau pada 9 September.

Kendati demikian, Jongkie menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang sudah memberi insentif 'non fiskal' seperti ini. Kata Jongkie ini menjadi salah satu cara agar pengguna roda empat mau menggunakan mobil listrik.

Jongkie menambahkan selain bebas ganjil genap, ada beberapa insentif non fiskal yang bisa diterapkan pada kemudian hari seperti kemudahan mendapat parkir atau tarif parkir lebih murah.

"Ya banyak insentif (non fiskal), bisa dengan parkir lebih murah atau dapat tempat khusus dan lain sebagainya," ungkap dia.

Belum ada Komentar untuk "Daripada Kebal Ganjil Genap Lebih Baik Mobil Listrik Yang Terangkau"

Posting Komentar