Orang Indonesia Sensitif Pada Bandrolan Untuk Membeli Laptop


Lenovo Indonesia menyatakan bahwa masyarakat Tanah Air ini masih memakai banderol sebagai pertimbangan sebelum membeli Laptop anyar. Julius Tjhin sebagai Consumer Lead Lenovo Indonesia mengatakan bahwa plaptop segmen entry level dan menengah dengan perkiraan banderolan senilai 8 juta rupiah ke bawah jadi pilihan favorit masyarakat Tanah Air. Menurutnya, pembeli di segemen ini sangat berstandar pada faktor banderol.

Pada Kamis, 1 Agustus 209 di Jakarta, Usai peluncuran Lenovo Yoga S940 Julius Tjhin selaku Consumer Lead Lonovo Indonesia mengatakan yakni Indonesia itu mencari lebih ke arah yang terjangkau. Untuk yang entry ataupun mainstream atau juga medium end. Paling besar pasar ponsel itu yang paling laku 8 juta rupiah.

Di satu sisi juga Julius mengungkapkan bahwa masyarakat di kota besar misalnya Jakarta malah menjadikan faktor spesifikasi, fitur dan desain sebagai pertimbangan. Sedangkan untuk di luar kota konsumen lebih memilih laptop yang terjangkau. Namun untuk pasar Jakarta bahkan di kota-kota besar mereka itu lebih ke arah yang fitur-fitur sampai desain. Mereka senang dengan laptop yang ringan, tipis dan laptop gaming untuk spesifikasi tinggi juga laku.

Adapun pada kesempatan yang serupa, Kevin Adityo selaku Consumer Notebook 4P & T1 Lenovo Indonesia mengatakan bahwa fitur pengenal wajah (face recording) jadi pilihan generasi milenial dengan mobilitas tinggi di kota besar.

Yang mana dari fitur-fitur untuk memaksimalkan pengalaman pengguna untuk mengoperasikan laptop ini dapat menjadikan pengguna membuka kunci laptop tanpa mesti mengetik kata sandi. Dengan mengandalkan infra merah (infrared) menjadikan laptop dapat terbuka pada saat pengguna duduk di depan laptop. Fitur ini juga disematkan dalam seri Yoga teranyar yaitu Yoga S940.

Selanjutnya untuk kamera infra merah ini bakal membaca kontur wajah pengguna. Pasalnya dengan adanya fitur ini,pengopersian laptop bakal jadi lebih cepat. Infrared Camera ini juga dapat tetap membaca wajah pengguna pada saat pengguna menggunakan aksesoris msialnya topi, kacamata ataupun juga rambut wajah.

Kevin mengungkapkan yakni walaupun pengguna menggunakan kacamata tak hitam, peci sekalipun, dia bisa mengenali dengan kontur muka, yang mana dari infrared dari situ bakal kenali. Bilamana mata merah juga bisa. Namun jika kacamata hitam tak bisa.

Kevin sendiri telah mengklaim kamera infra merah tak bakal dapat ditipu dengan memakai foto pemilik laptop. Lantaran, Kevin telah menjamin keamanan laptop dari penjahat yang ingin mengakses laptop. Jika sensor ditipu menggunakan foto tak bisa, karena menggunakan infrared dan dia mendeteksi suhu badan. Jadi dia dapat membedakan mana yang hidup dan yang mati.

Belum ada Komentar untuk "Orang Indonesia Sensitif Pada Bandrolan Untuk Membeli Laptop"

Posting Komentar